Posted On June 13, 2026

Harga Memori Meroket: HP Murah Makin Terdesak, Raksasa Chipset Dunia Mulai Goyah

Ralph Patterson 0 comments
PaperWriterKJD >> News >> Harga Memori Meroket: HP Murah Makin Terdesak, Raksasa Chipset Dunia Mulai Goyah
0 0
Read Time:2 Minute, 58 Second

Melesatnya harga komponen memori global benar-benar mengacak-acak strategi para vendor smartphone. Berdasarkan analisis pasar terbaru dari Counterpoint Research, tingginya modal produksi memaksa produsen beralih haluan untuk memprioritaskan lini ponsel premium yang menjanjikan keuntungan lebih tebal. Di sisi lain, nasib HP murah kelas entry-level kini kian terpinggirkan.

Mengutip laporan GSMArena, fenomena kelangkaan dan mahalnya memori ini langsung memberikan hantaman keras yang mengubah peta persaingan para penguasa chipset global sepanjang triwulan pertama (Q1) tahun ini.

Meskipun MediaTek mampu mempertahankan takhtanya sebagai produsen chipset terbesar di dunia, tingkat dominasi perusahaan tersebut tercatat mengalami penurunan. Pangsa pasar raksasa teknologi asal Taiwan ini menyusut ke angka 32% pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan perolehan sebesar 38% pada periode Q1 2025 yang lalu.

Kemerosotan ini merupakan dampak langsung dari melemahnya angka penjualan pada segmen ponsel kelas menengah dan bawah, yang selama ini menjadi pilar utama pendapatan MediaTek.

Berdasarkan analisis pasar, MediaTek diperkirakan bakal membatalkan peluncuran seri Dimensity 9500+ lantaran para pabrikan smartphone cenderung memilih untuk memaksimalkan potensi dari varian Dimensity 9500 yang telah beredar.

Walau begitu, kehadiran lini Dimensity 8450 sukses menjadi penopang di sektor kelas menengah seiring dengan tingginya minat pasar terhadap jajaran perangkat populer seperti Oppo Reno15 Pro, Reno15 Pro Mini, serta Reno15 Pro Max.

Dampak Strategi Samsung Terhadap Pangsa Pasar Qualcomm

Di peringkat kedua, Qualcomm turut mencatatkan penurunan pangsa pasar secara tahunan (year-on-year). Laporan dari Counterpoint menyebutkan bahwa kemerosotan ini dipicu oleh jadwal peluncuran lini Samsung Galaxy S26 yang mundur dari estimasi, sehingga menyisakan waktu penjualan efektif hanya satu bulan sepanjang kuartal tersebut.

Selain kendala lini masa peluncuran, Samsung juga mulai meminimalkan ketergantungan pasokannya dari Qualcomm. Langkah ini dibuktikan dengan keputusan raksasa teknologi Korea Selatan tersebut untuk membenamkan prosesor orisinal mereka, Exynos 2600, pada sebagian varian Galaxy S26 Series.

Pada saat yang sama, performa penjualan chipset Snapdragon seri 4 dan seri 6 yang diposisikan untuk segmen menengah ke bawah ikut terdampak negatif, sebagai imbas dari melemahnya daya beli konsumen di sektor pasar tersebut.

Pertumbuhan Positif Lini Exynos dan Lonjakan Pengapalan Cip Apple

Berbanding terbalik dengan kompetitornya, Samsung justru berhasil menorehkan kinerja positif. Angka pengapalan prosesor Exynos mengalami grafik kenaikan dibanding periode Q1 2025 seiring dengan langkah agresif korporasi asal Korea Selatan tersebut dalam mengoptimalkan penggunaan komponen mandiri. Strategi penyerapan internal ini tidak hanya berlaku di segmen premium via Exynos 2600, melainkan juga diperluas ke kelas menengah melalui integrasi Exynos 1680 pada Galaxy A57 dan Exynos 1480 untuk Galaxy A37.

Di sisi lain, Apple tetap mapan menempati peringkat ketiga dalam jajaran produsen chipset global, yang sekaligus menegaskan posisinya sebagai manufaktur ponsel terbesar kedua di dunia. Walaupun ekosistem cip mereka bersifat eksklusif untuk perangkat internal, Apple membukukan lonjakan volume pengiriman yang didorong oleh tingginya animo pasar terhadap suksesor terbarunya, lini iPhone 17 Series.

Aspek yang cukup menyita perhatian adalah performa varian ekonomis, iPhone 17e. Perangkat yang dipersenjatai oleh arsitektur cip A19 paling gres ini dilaporkan sukses melampaui rekor penjualan generasi terdahulu, iPhone 16e, dengan margin keuntungan yang sangat meyakinkan.

Unisoc Curi Perhatian Lewat Redmi, Lini Premium Huawei Jadi Penyelamat HiSilicon

Peta persaingan di papan bawah juga tidak kalah sengit setelah Unisoc berhasil unjuk gigi berkat kemitraannya dengan Redmi. Chipset T7250 racikan mereka laku keras jadi buruan untuk mengotaki ponsel 4G, disusul oleh kesuksesan chip T8300 yang ampuh mendongkrak market share Unisoc di kancah ponsel 5G.

Di sisi lain, HiSilicon milik Huawei harus rela mengalami sedikit penyusutan dalam total pengiriman produk pada triwulan ini. Walau begitu, pabrikan komponen internal Huawei ini masih bisa bernapas lega karena penjualan perangkat flagship mereka tetap perkasa di pasaran, khususnya seri Huawei Mate 80 yang ditenagai oleh dapur pacu Kirin 9000.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Related Post

Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Resmi Dibuka!

Samsung Resmi Buka Pre-Order Galaxy S26 Series di Indonesia Samsung Electronics Indonesia secara resmi memulai…

Resmi Meluncur! vivo T5 Series Hadir dengan Spesifikasi All-Rounder di Harga Terjangkau

Lini terbaru dari keluarga T Series resmi diperkenalkan oleh vivo Indonesia melalui kehadiran vivo T5…

Sinergi Infinix dan GrabAds Sukses Besar: 4.000 Unit Ludes dalam Semenit!

Keberhasilan Infinix melepas 4.000 unit produk dalam waktu 60 detik menjadi bukti kuat efektivitas strategi…