Posted On July 22, 2026

Bikin Haru! Seorang Ibu Tak Sadar Selama Ini Ngobrol Sama Kloning AI Anaknya yang Sudah Meninggal

Ralph Patterson 0 comments
PaperWriterKJD >> Technology >> Bikin Haru! Seorang Ibu Tak Sadar Selama Ini Ngobrol Sama Kloning AI Anaknya yang Sudah Meninggal
0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

Canggihnya AI kini bisa bikin kloning manusia untuk “menghidupkan” kembali orang-orang yang sudah berpulang. Bukan cuma buat riset, AI juga mulai dipakai dalam lingkaran keluarga. Seperti peristiwa tersentuh di China, di mana seorang ibu terus berkomunikasi dengan avatar digital anaknya tanpa tahu bahwa sang putra sebenarnya sudah wafat akibat kecelakaan lalu lintas.

Alasan di balik kebohongan manis ini adalah kondisi kesehatan sang ibu yang mengidap penyakit jantung. Demi menjaga perasaannya, pihak keluarga berinisiatif membuat avatar berbasis AI yang dirancang sangat mirip dengan almarhum.

Sosok digital inilah yang rutin menyapa dan mengobrol dengan sang ibu melalui panggilan video (video call), tanpa sedikit pun disadari olehnya. Menurut laporan Litchi News, pembuatan kloning AI ini digagas oleh cucu sang ibu yang menyerahkan dokumen foto, video, hingga rekaman suara almarhum kepada perusahaan AI. Teknologi tersebut kemudian menyusun tiruan digital yang mampu berkomunikasi layaknya manusia hidup. Dalam sebuah obrolan, sang ibu sempat mengungkapkan rasa rindu yang mendalam dan keinginan untuk berpelukan langsung dengan sang putra.

Dalam sebuah percakapan, wanita berusia 80-an tahun tersebut berujar, “Kamu harus lebih sering memberi kabar agar Ibu tahu keadaanmu.” Avatar AI tersebut kemudian menjawab dengan pola komunikasi menyerupai almarhum, “Iya Bu, tapi pekerjaan saya sangat padat. Tolong jaga kesehatan. Jika tabungan saya sudah mencukupi, saya akan pulang.”

Pihak penyedia teknologi AI mengakui bahwa layanan ini menyentuh aspek emosional yang sensitif, namun menekankan tujuannya sebagai media pendukung psikologis bagi pihak yang berduka. Berdasarkan laporan KompasTekno dari Futurism, peristiwa ini memicu kontroversi di platform media sosial China. Sejumlah pihak mengkritik penggunaan teknologi yang dianggap melanggar batasan etis, sementara kelompok lain menilai bahwa pemalsuan realitas justru berisiko memberikan dampak emosional yang lebih destruktif bagi sang ibu di kemudian hari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Related Post

CEO Nvidia Ungkap Industri Chip China Kini Nyaris Membalap AS!

Persaingan teknologi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China kian memanas. Di sektor semikonduktor, produk…

Apple Dilaporkan Siapkan AirPods yang Dilengkapi Kamera, Ini Fungsinya

Kabar mengejutkan datang dari Apple yang dirumorkan sedang menggarap generasi terbaru AirPods dengan menyematkan kamera…

Edit Video Semudah Mengetik Prompt? Google Kenalkan Gemini Omni!

Google baru saja meluncurkan Gemini Omni, model AI terbaru yang diperkenalkan dalam perhelatan Google I/O…